in

Sejarah Letusan Semeru di Masa Lalu

makincerdas – Letusan Gunung Semeru di penghujung tahun 2021, tepatnya pada tanggal 4 Desember sore Waktu Indonesia Barat menyebabkan 14 korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Meski dikenal sebagai salah satu gunung yang aktif di Indonesia yang sering mengeluarkan semburan awan panas, namun Semeru masih menjadi salah satu gunung yang menarik bagi para pendaki.

Catatan erupsi Semeru telah memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diketahui, dan berikut ini sejarah erupsi Gunung Semeru dari tahun ke tahun.

Erupsi Semeru Tahun 1818

Gunung dengan tipe strato ini mulai tercatat erupsi pertama kali sekitar 200 tahun lalu, tepatnya pada 8 November 1818.

Beberapa letusan juga sempat kembali terjadi di tahun 1800-an di antaranya tahun 1829, 1839, 1832, dan masih berlanjut hingga memasuki tahun 1900an, namun catatan letusannya tidak banyak yang terdokumentasikan.

Erupsi Semeru 1994

Erupsi tahun 1994 tercatat menjadi salah satu letusan Gunung Semeru terdahsyat yang pernah terjadi.

Ketinggian asap putih saat erupsi itu mencapai 500 meter dengan guguran lava sejauh 1 km. Erupsi Gunung Semeru pada saat itu sampai menelan korban jiwa sebanyak 7 orang yang hanyut terbawa lahar.

Erupsi Semeru 2002

Delapan tahun setelah letusan besar di tahun 1994, Gunung Semeru kembali meletus pada 23 Desember 2002. Dalam kurun waktu sekitar seminggu, terjadi letusan hingga 8 kali dalam sehari.

Dua hari berikutnya, letusan kembali terjadi di kawah utama dengan jumlah masing-masing letusan sebanyak 7 dan 8 kali. Disusul pada 25 Desember 2002 terjadi satu kali letusan.

Pasca-letusan, guguran lava pijar memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 250 meter. Warga sekitar Gunung Semeru terpaksa merayakan Natal di tengah kepanikan.

Erupsi Semeru 2020

Sebelum terjadi erupsi kemarin, 4 Desember 2021, Gunung Semeru terakhir meletus pada 1 Desember 2020. Guguran awan panas meluncur hingga 11 km dari puncaknya.

Letusan bahkan sempat terjadi pada pertengahan Januari 2021. Beruntungnya, guguran awan panas dan lava pijar dari Gunung Semeru itu tidak sampai memakan korban jiwa.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Loading…

0