Menu
in

Pancasila dan Sejarah Dirumuskannya

Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki peranan yang sangat luar biasa besar bagi bangsa Indonesia.

Pancasila

makincerdas – Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki peranan yang sangat luar biasa besar bagi bangsa Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman seperti agama, bahasa, budaya dan suku yang semuanya bisa disatukan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa melalui Pancasila.

Sebagai ideologi, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan pedoman dan arah bangsa Indonesia dalam kehidupan.

Nilai-nilai ini adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dari mana konsep besar ini muncul? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, lebih dulu kita bahas nama Pancasila.

Pancasila berasal dari bahasa sansekertaPanca yang berarti lima dan Sila yang berarti nilai, pedoman, dasar atau asas yang diambil dari Kitab Sutasoma karya Empu Tantular. Pengambilan kata Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua) juga dari Kitab Sutasoma ini.

Sejarah Lahirnya Pancasila

Pembentukan dasar negara oleh tokoh terdahulu memang tidaklah mudah, butuh perjuangan panjang untuk merumuskan dasar dari Negara Indonesia.

Melewati serangkaian sidang untuk merumuskannya sustu dasar negara yaitu pancasila yang sampai hari ini masih sangat relevan dengan kehidupan Negara Indonesia.

Pembentukan BPUPKI I (29 april 1945)

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang di ketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat dibentuk dengan tujuan untuk mempersiapkan segala urusan-urusan tentang tata pemerintahan Indonesia, termasuk dasar negara.

Pada sidang BPUPKI yang Pertama (29 mei – 1 juni 1945) tercetus beberapa konsep dasar negara:

Muhamad Yamin

Muhamad Yamin mengusulkan tentang dasar negara Indonesia dalam pidatonya adalah sebagai berikut: peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan dan peri kesejahteraan rakyat.

Beliau juga merumuskan dasar yang merupakan gagasan tertulis yaitu sebagai berikut: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Soepomo

Dasar-dasar negara yang diusulkan oleh Supomo adalah sebagai berikut: Paham Persatuan, Perhubungan Negara dan Agama, Sistem Badan Permusyawaratan, Sosialisasi Negara dan Hubungan antar Bangsa yang Besifat Asia Timar Raya.

Soekarno

Dalam usulan Sukarno inilah muncul nama Pancasila. Sukarno merumuskan dasar-dasar negara sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau, Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Kemudin dari usulan-usulan ini dirumuskan kembali dengan kepanitiaan yang lebih kecil dengan nama Panitia Sembilan.

Panitia Sembilan (1 Juni 1945)

Panitia Sembilan beranggotakan sembilan orang antara lain: Ir. Soekarno (Ketua), Drs. Muhamad Hatta (Wakil ketua), dan beranggotakan Mr. Alexander Andries Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdoel Kahar Moezakir, H. Agus Salim, Mr. Achmad Soebardjo, Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim dan Mr. Mohammad Yamin.

Dalam sidangnya menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisi tentang rumusan Undang-undang dasar sebagai berikut:

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Dan perjuangan pergerakan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat Rahmat Allah Yang Mahakuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam Hukum Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan Rakyat dengan berdasar kepada: "Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

Rumusan rumusan dasar negara atau Pancasila sebagai berikut:

  1. Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sidang BPUPKI II (10 Juli – 17 Juli 1945)

BPUPKI melaksanakan sidang yang ke dua guna menetapkan pertama, kesepakatan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila seperti yang tertuang dalam Piagam Jakarta.

Kedua, negara Indonesia berbentuk negara Republik, Ketiga, kesepakatan mengengai wilayah Indonesia yang meliputi wilayah Hindia Belanda, Timor Timur, sampai Malaka dan yang terakhir, pembentukan tiga panitia kecil sebagai: Panitia Perancang UUD, Panitia Ekonomi dan Keuangan, Panitia Pembela Tanah Air.

Sidang PPKI

Panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) merupakan pengganti BPUPKI. Singkatnya pada sidang ini terjadi protes dari orang-orang timur yang di pandegani oleh Johannes Latuharhary terkait sila pertama Pancasila yaitu ‘Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ karena mereka yang dari timur bukan beragama islam.

Menimbang bahwa indonesia merupakan negara yang sangat beragam agama maka sila pertama di ganti dengan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’, sehingga sila ini bisa berlaku untuk seluruh bangsa Indonesia.

Demikian sejarah singkat lahirnya pancasila yang sampai sekarang menjadi dasar dan pandangan hidup untuk berbangsa dan bernegara.

Jati diri bangsa ini harus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila merupakan ideologi yang paling ideal untuk bangsa Indonesia dan tidak dapat digantikan lagi oleh ideologi yang lain.

Leave a Reply

Exit mobile version