Menu
in

Sholat Dhuha: Pengertian, Hukum, Tata Cara dan Waktu Sholat Dhuha

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dapat dilakukan pada waktu dhuha, yaitu pada saat matahari sedang naik setinggi tombak atau antara pukul tujuh, delapan, sembilan hingga menjelang masuk waktu dzuhur.

makincerdas – Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dapat dilakukan pada waktu dhuha, yaitu pada saat matahari sedang naik setinggi tombak atau antara pukul tujuh, delapan, sembilan hingga menjelang masuk waktu dzuhur.

Dalam surat Ad-Dhuha, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menerangkan dalam ayat pertama yang artinya, “Demi waktu matahari sepenggalahan naik,” maka waktu dhuha itu dipilih untuk melaksanakan sebuah amalan yang baik untuk manusia, yaitu dengan melaksanakan sholat dhuha.

Hukum Sholat Dhuha

Dalam Islam, sholat dhuha termasuk dalam salah satu sholat yang makkadah (sangat dianjurkan) untuk dilaksanakan disamping sholat-sholat sunnah yang lain seperti sholat tahajud, tarawih dan witir.

Sehingga, bagi siapa saja yang ingin mendapatkan pahala sholat dhuha, maka sangat dianjurkan untuk melaksanakannya, sementara yang tidak melaksanakannya pun tidak akan mendapatkan dosa.

Dalam hadits dari Abu Said Radiallahu ‘Anhu,

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa sholat dhuha sampai-sampai kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya, tetapi ketika sudah meninggalkannya sampai-sampai kami mengira bahwa beliau tidak pernah mengerjakannya.” [HR. Tirmidzi]

Dalam riwayat hadits lain dari Abu Hurairah,

“Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tercinta berpesan kepadaku tiga hal, yakni berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat sholat dhuha dan berwitir sebelum tidur.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Sholat Dhuha Berapa Rakaat?

Mengenai bilangan rakaat sholat dhuha, paling sedikit adalah dua rakaat dan paling banyak adalah dua belas rakaat dengan setiap dua rakaat diakhiri dengan satu salam.

Adapun hadits yang menerangkan bilangan rakaat sholat dhuha dua rakaat adalah hadits dari Abu Hurairah di atas tadi yang artinya,

“Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tercinta berpesan kepadaku tiga hal, yakni berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat sholat dhuha dan berwitir sebelum tidur.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Sholat Dhuha?

Waktu melaksanaan sholat dhuha adalah saat matahari naik sepenggalah hingga matahari tergelincir (masuk waktu dzuhur).

Namun disunnahkan untuk melaksanakan shalat dhuha di waktu agak akhir, yaitu saat matahari agak tinggi dan ketika panas sudah mulai terik.

Tata Cara Melaksanakan Sholat Dhuha

Tata cara mengerjakan shalat dhuha ini sama seperti cara melaksanakan shalat fardhu atau shalat sunnah lainnya.

Berikut ini adalah tata cara melaksanakan sholat dhuha lengkap:

  1. Membaca Niat Sholat Dhuha

    Berdiri tegak dengan menghadap kiblat sebelum membaca niat sholat dhuha, berikut ini adalah bacaan niat sholat dhuha:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  1. Takbiratul Ihram
  2. Membaca doa iftitah
  3. Membaca Al-Fatihah
  4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al Fatihah
  12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam

Demikian tata cara sholat dhuha. Setiap dua rakaat salam, diulang sampai bilangan rakaat delapan atau yang dikehendaki. Setelah selesai sholat dianjurkan berdoa.

Leave a Reply

Exit mobile version