Bunda jangan Jewer Aku

Salam bundaa, pernahkah kita memukul anak kita?, menjewer telinga anak kita?, menyakiti anak kita?
Bukankah para pakar perlindungan anak sering mengatakan STOP kekerasan pada anak?
Namun tatkala kita jengkel seringkali kita memarahi anak kita bakan ingin memukul anak kita?

Bunda jangan Jewer Aku

Ya! Tentu! Sebagai orang tua kita tidak ingin menyakiti anak kita. Namun, kelakuan anak kita membuat kita hilang kendali dalam menyelesaikan masalah kenakalan pada anak.
Bunda pasti pernah tahu istilah Ibu adalah sekolahan pertama bagi anaknya.
Ya, bunda yang berbahagia, bagaimana kita mendidik anak bukanlah berdasarkan gelar yang kita miliki, sarjana yang kita miliki. Namun, bagaimana pengalaman bunda yang akan bunda praktekkan kepada anak bunda.. banyak ibu-ibu yang tidak memiliki gelar sarjanapun mampu mendidik anaknya dengan baik. Anak yang bandel/nakal kiranya dapat kita terapi dengan beberapa langkah dibawah ini yang saya rumuskan berdasarkan pengamatan saya. Semoga tulisan dibawah ini membantu bunda mengendalikan anaknya yang nakal tanpa kekerasan.

Mengalihkan perhatian si Anak

Bundaa, mengalihkan perhatian merupakan langkah yang mendasar untuk membuat anak berhenti dari kenakalanya. Sifat anak yang mudah untuk melupakan bisa menjadi cara kita untuk membuat anak yang nakal tadi berubah ke hal-hal yang baik. Sebagai contoh: tatkala anak kita nakal, menangis, merengek minta dibelikan mainan/jajan pastilah kita ingin segera membentak memarahi anak kita. Namun hal tersebut nyatanya kurang positif meskipun hal ini paling banyak dilakukan oleh Ibu-ibu di Indonesia. Mengalihkan tidak harus dengan membentak maupun membawa anak kita sambil nangis-nangis dan menyeretnya pulang. Namun dengan bahasa yang lembut, yaitu kita menjanjikan akan membelikan barang tersebut dengan syarat, misal dengan bahasa nak.. kalo kamu mau belajar nanti ibu belikan ini.
Lalu bagaimana jika cara itu kurang berhasil kita baru melakukan tindakan membawanya dengan di bopong (di angkat) dan di usap-usap punggungnya, ingat selama kita mengangkat anak kita jangan ngomel-ngomel, namun hendaknya diam dan mendengarkan apa yang di ucapkan si anak.

Tunggu tenang baru menyuruh untuk meminta maaf

Bunda, tatkala anak kita berengkar dengan anak tetangga kita seringkali kita langsung menyuruh untuk meminta maaf. Betul, hal tersebut positif, namun bagi anak yang bandel/nakal itu merupakan tekanan bagi mereka. Karena mereka yang mereka mengira kuat, tak bersalah menjadi tidak dapat dikendalikan. Cara yang bisa dilakukan adalah menenangkan anak kita terlebih dahulu dan menyadarkan kesalahanya. Setelah itu, baru kita mengantarnya untuk meminta maaf, INGATT kita harus benar-benar mengantarnya untuk meminta maaf. Karena itu penting baki perkembangan sikap si anak untuk menjadi orang yang pemaaf.

Mendoakan si anak

Tak hentinya kita mendoakan anak kita agar menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi yang lain. Oleh karena itu, dalam setiap langkah si anak kita doakan semoga selalu berisi kebaikan. Bahkan dalam keadaan marah kita jangan mendoakan keburukan kepada mereka seperti ucapan kamu ini jadi anak nakal sekali!! dll..., bahkan sebisa mungkin kalo kita marah kita mendoakan anak kita seperti janganlah nakal kepada temanmu naak... semoga kamu bisa menjadi presiden naak... agar memang anak kita memang sesuai apa yang kita ucapkan.

Bundaa, beberapa langkah diatas semoga bermanfaat bagi bunda semuanya
Semoga bermanfaat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bunda jangan Jewer Aku"

Post a Comment