Tolong Menolong dalam Islam

Tolong menolong ialah saling membantu ketika yang lain memerlukan. Dalam bahasa arab tolong menolong berarti ta’awun. Sedangkan menurut istilah ta’awun ialah sifat tolong meolon manusia dalam hal kebaikan dan taqwa. Dalam islam umat muslim dianjurkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan tidak diperbolehkan tolong menolong dalam hal permusushan dan dosa.


Allah SWT berfirman,

“ Dan tolong menolonglah kalian dalam hal (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS Al-Maidah : 2)

Imam ibnu al-Qayyim mendefinisikan bahwa al-Birru adalah satu kata bagi seluruh jenis kebaikan dan kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba. Lawan katanya ialah al-istmu (dosa) yang mempunyai makna satu ungkapan yang mencakup segala bentuk kejelekan dan aib yang menjadi sebab seorang hamba sangat dicela apabila melakukannya. (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim)

Tidak jauh berbeda, syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa al-Birru adalah sebuah nama yang mencakup segala yang Allah SWT cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang dhahir maupun batin, yang berhubungan dengan hak Allah SWT atau hak sesama manusia.

Allah SWT berfirman,

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)

Dalam ayat diatas jelas diperintahkan bahwa orang-orang yang beriman baik laki laki maupun perempuan untuk saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan mencegah dari hal yang munkar.

Allah SWT berfirman,

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)

Dalam surat diatas juga diterangkan bahwa manusia diperintahkan untuk saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan supaya menetapi kesabaran

Rasulullah SAW bersabda,

“ Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainya. Ia tidak boleh menganiaya dan menyerahkanya (kepada musuh). Barang siapa membantu keperluan saudaranya, Allah akan (membalas) membantu keperluanya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesusahan, Allah akan membebaskan satu kesusahan darinya dari beberapa kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib) nya pada hari kiamat. (H.R al-Bukhari dari Abdullah Ibnu Umar No. 2262)

Rasulullah SAW bersabda,

“Seorang mukmin dengan mukmin yang lain seperti bangunan, dimana komponen yang satu memperkuat komponen yang lain”. (HR Al Bukhari)

Dari penjelasan dan keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa islam sangat menganjurkan kepada umat muslim untuk saling tolong menolong sesama manusia tentunya dalam hal kebaikan dan tidak diperbolehkan tolong menolong dalam hal kemunkaran. Dan diantara hikmah tolong menolong yaitu Allah akan memenuhi keperluanya dan akan membebaskan kesusahan dari beberapa kesesusahan pada hari kiamat. Dan tentunya hikmah dari tolong menolong adalah akan terjalin tali persaudarang yang kokoh.

Semoga bermanfaat
Oleh : Noto saputro

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tolong Menolong dalam Islam"

Post a Comment