Manfaat dan kerugian memutuskan tali silaturahmi

Pada artikel kemaren telah dibahas tentang pentingnya silaturahmi, untuk memperkuat dan meyakinkannya akan saya bahas mengenai beberapa manfaat silaturahmi dan kerugian meninggalkan silaturahmi.

Pada artikel kemaren telah dibahas tentang pentingnya silaturahmi, untuk memperkuat dan meyakinkannya akan saya bahas mengenai beberapa manfaat silaturahmi dan kerugian meninggalkan silaturahmi.    Selain sebagai momen untuk bertemu, melepas rindu, menanyakan kabar, bernostalgia, dan saling bermaaf-maafan, silaturahmi juga mendatangkan manfaat yang lain. Diantaranya, hubungan kasih sayang dengan saudara yang lain akan terjaga serta menciptakan kerukunan dan pedamaian.  Rasulullah SAW bersabda,  “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditunda ajalnya, maka hendaklah ia melaksanakan silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim).  Adapun sebuah kerugian besar bagi orang yang memutuskan tali silaturahmi ialah mendapat laknat Allah SWT dan ancamanyapun neraka jahanam.  Allah SWT berfirman,  “Orang-orang yang merusak janji allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (jahannam)”. (QS Ar-Ra’d : 25) Di dalam keterangan yang lain dalam, Allah SWT berfirman,  “Maka apa kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluragaan? Mereka itulah orang-orag yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka, dan dibutakan penglihatan mereka” (QS Muhammad:22-23) .  Dari keterangan dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa silaturahmi bukanlah amalan yang remeh dan membuang-buang waktu. Begitu banyak manfaatnya diantaranya yaitu dilapngkan rezeki dan terhindar dari laknat Allah SWT. Semoga kita senantiasa diberi kesempatan dan kekuatan oleh-Nya untuk menjalankan silaturahmi kepada sesama. Amiin.  Semoga bermanfaat. Oleh Noto Saputro

Selain sebagai momen untuk bertemu, melepas rindu, menanyakan kabar, bernostalgia, dan saling bermaaf-maafan, silaturahmi juga mendatangkan manfaat yang lain. Diantaranya, hubungan kasih sayang dengan saudara yang lain akan terjaga serta menciptakan kerukunan dan pedamaian.

Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditunda ajalnya, maka hendaklah ia melaksanakan silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim).

Adapun sebuah kerugian besar bagi orang yang memutuskan tali silaturahmi ialah mendapat laknat Allah SWT dan ancamanyapun neraka jahanam.

Allah SWT berfirman,

“Orang-orang yang merusak janji allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (jahannam)”. (QS Ar-Ra’d : 25)
Di dalam keterangan yang lain dalam, Allah SWT berfirman,

“Maka apa kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluragaan? Mereka itulah orang-orag yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka, dan dibutakan penglihatan mereka” (QS Muhammad:22-23) .

Dari keterangan dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa silaturahmi bukanlah amalan yang remeh dan membuang-buang waktu. Begitu banyak manfaatnya diantaranya yaitu dilapngkan rezeki dan terhindar dari laknat Allah SWT. Semoga kita senantiasa diberi kesempatan dan kekuatan oleh-Nya untuk menjalankan silaturahmi kepada sesama. Amiin.

Semoga bermanfaat.
Oleh Noto Saputro


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Manfaat dan kerugian memutuskan tali silaturahmi"

Post a Comment