Cara Buat Membersihkan Hati Kita

Dewasa ini banyak orang mengatakan “Aku ikhlas kok” ketika ditanya ataupun kehilangan, ketika memberi ataupun terkena musibah. Sebenarnya ikhlas itu apa sih?? Apa kah perlu diucapkan?? Pada kesempatan kali ini insya Allah akan dibahas tentang Ikhlas dan kedudukannya.

Ikhlas secara bahasa bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dari kotoran. Sedangkan secara istilah, Ikhlas berarti niat dengan mengharap ridlo Allah SWT saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Dan ada juga yang mengatakan ikhlas ialah membersihkan amalan dari ingin mencari perhatian manusia.

Dewasa ini banyak orang mengatakan “Aku ikhlas kok” ketika ditanya ataupun kehilangan, ketika memberi ataupun terkena musibah. Sebenarnya ikhlas itu apa sih?? Apa kah perlu diucapkan?? Pada kesempatan kali ini insya Allah akan dibahas tentang Ikhlas dan kedudukannya.  Ikhlas secara bahasa bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dari kotoran. Sedangkan secara istilah, Ikhlas berarti niat dengan mengharap ridlo Allah SWT saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Dan ada juga yang mengatakan ikhlas ialah membersihkan amalan dari ingin mencari perhatian manusia.    Bagi seorang muslim sejati makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, kemajuan, atau kemunduran.  Allah SWT berfirman,  “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)”. (QS Al-An’aam: 162)  Ikhlas dalam beramal adalah menempati posisi yang sangat fundamental dalam segala aspek perbuatan manusia seperti keterangan dibawah ini :  Pertama Ikhlas dalam beramal  Rasulullah SAW bersabda,  “ Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i)  Kedua Ikhlas dalam perkataan maupun perbuatan  Allah SWT berfirman,  “Dan (aku telah diperintah) : “hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas jangan sekali-kali kamu termasuk orang yang musyrik”.(QS. Yunus : 105)  Ketiga Ikhlas dalam pemikiran  Sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bin Abu Thalib r.a juga berkata, “orang yang ikhlas adalah orang yang memsatkan pikiranya agar setiap amal diterima oleh Allah”.  Imam syafi’i pernah memberikan nasehat pada seorang temanya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla”. Keempat Ikhlas dalam Iman merupakan intisari  Seseorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas.  Allah SWT berfirman,  “ Katakanlah (Muhammad) : Sesungguhnya, shalatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta seluruh ala”. (QS. Al-An’aam : 162)  Kelima Ikhlas dalam beragama  Agama dan dakwah para rasul SAW merupakan kunci kesuksesan  Allah SWT berfiman,  “ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan (Ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan demikian itulah agama yang lurus”. (QS. 98 : 85)  Dapat disimpulkan bahwa ikhlas berarti niat dengan mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Keikhlasan itu sangat penting bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadah, karena tanpa rasa ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah SWT.  Semoga bermanfaat  Oleh : Noto saputro Sumber : The secreet of ikhlas karya Abu thalib Al maki

Bagi seorang muslim sejati makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, kemajuan, atau kemunduran.

Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)”. (QS Al-An’aam: 162)

Ikhlas dalam beramal adalah menempati posisi yang sangat fundamental dalam segala aspek perbuatan manusia seperti keterangan dibawah ini :

Pertama Ikhlas dalam beramal


Rasulullah SAW bersabda,

“ Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

Kedua Ikhlas dalam perkataan maupun perbuatan

Allah SWT berfirman,

“Dan (aku telah diperintah) : “hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas jangan sekali-kali kamu termasuk orang yang musyrik”.(QS. Yunus : 105)

Ketiga Ikhlas dalam pemikiran

Sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bin Abu Thalib r.a juga berkata, “orang yang ikhlas adalah orang yang memsatkan pikiranya agar setiap amal diterima oleh Allah”.

Imam syafi’i pernah memberikan nasehat pada seorang temanya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla”.

Keempat Ikhlas dalam Iman merupakan intisari

Seseorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas.

Allah SWT berfirman,

“ Katakanlah (Muhammad) : Sesungguhnya, shalatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta seluruh ala”. (QS. Al-An’aam : 162)

Kelima Ikhlas dalam beragama

Agama dan dakwah para rasul SAW merupakan kunci kesuksesan

Allah SWT berfiman,

“ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan (Ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan demikian itulah agama yang lurus”.
(QS. 98 : 85)

Dapat disimpulkan bahwa ikhlas berarti niat dengan mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Keikhlasan itu sangat penting bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadah, karena tanpa rasa ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Semoga bermanfaat

Oleh : Noto saputro
Sumber : The secreet of ikhlas karya Abu thalib Al maki

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Buat Membersihkan Hati Kita"

Post a Comment