Hijab Bukti Dari Ketakwaan

Kata hijab identik dengan kerudung yang hanya berfungsi sebagai penutup kepala pada wanita, tidak hanya itu hijab merupakan penghalang bagi wanita dari perbuatan yang mengarah pada kemaksiatan.


Hijab merupakan suatu hal yang mutlak harus dikerjakan oleh seorang muslimah dimana sangat jelas terabadikan dalam Al Qur an.

Allah SWT berfirman,

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih di kenal. Karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang”. (QS. Al-Ahzab: 59)

Rasullullah SAW bersabda,

Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata. “Pada dua hari raya. Kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya “wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkah dia keluar)?. Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk di pakai wanita tersebut”. (HR.Bukhari dan Muslim)

Jadi berjilbab atau hijab bukan merupakan suatu budaya dari suatu negara melainkan kewajiban yang di perintahkan langsung oleh Allah SWT, dan bukan pula lambang dari ketaqwaan melainkan merupakan bukti dari ketaqwaan dari wanita muslimah terhadap Allah SWT.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hijab Bukti Dari Ketakwaan"

Post a Comment