Bolehkah Umat Islam Merayakan Tahun Baru

Perayaan pergantian tahun identik dengan perayaan-parayaan dimana terdapat kumpul bersama teman maupun keluarga, pesta kembang api dan meniup terompet.


Tetapi perlu kita ketahui bahwa perayaan tahun baru Masehi bukanlah dari syariat islam, tetapi merupakan perayaan kaum kafir, dimana banyak sekali kemudlaratan jika kita mengikuti tahun baru. Ini dia yang menyebabkannya dilarangnya merayakan tahun baru,

Pertama, perayaan tahun baru merupakan perayaan dimana memperingati kelahiran Nabi Isa as, dimana orang-orang nasrani lah yang merayakannya dan apabila kita ikut merayakannya berarti kita meniru adat orang-orang nasrani tersebut,

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Daud, Hadits ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

“sungguh engkau akan mengikuti tradisi umat-umat sebelummu setahap demi setahap. Hingga walaupun meraka masuk ke lubang dhab (sejenis biawak), niscahya kalian akan ikut mamasukinya”.para sahabat bertanya,”apakah umat-umat yang terdahulu itu adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Nabi menjawab, “lantas siapa lagi”. ( HR.Bukhari).

Kedua, Adalah sikap foya-foya atau pemborosan.

Allah SWT berfirman,
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27).

Ketiga, Terjerumus pada perbuatan zina, pada saat pesta pergantian tahun baru banyak sekali pemuda pemudi yang bercampur baur menjadi satu, berhalwat dengan pasangan yang belum menikah, saat inilah yang mengakibatkan terjadinya perbuatan zina.

Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian, (HR Muslim)

Keempat, Membuang waktu yang begitu berharga,

Rasulullah SAW bersabda,

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya".(HR.Bukhari)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bolehkah Umat Islam Merayakan Tahun Baru"

Post a Comment